Sabtu, 08 Maret 2014 1 komentar

Mari Bicara Rindu

Mari kita bicara rindu. Rindu, aku pernah mengucapkannya, dalam artian aku merindu, bukan aku dirindu. Banyak yang mengatakan dalam bahasa tubuhnya, rindu itu lelucon. lelucon yang syarat akan memandang sebelah mata. Contohlah seorang teman mengucapkan 'aku kangen kalian, ayo kita main.' Tak jarang hanya mengacuhkannya saja.

Bicara rindu dalam artian aku merindu. Dalam 'kata' ini, biarlah rindu mewujud pada sebuah pengharapan. Hidup dalam keinginan yang harus diberikan. Ketika rindu itu bisa kita berikan, kelak yang dirindu akan datang memberikan kerinduan yang mereka harapkan.

Kalian, entah siapa. Aku bisa menebak, ketika membaca ini, kalian pasti sedang merindu. 


Merindulah kawan, pada apapun yang kalian harapkan. Bahasa tubuh kalian tak bisa menipu. Rasa selalu bisa menyibak dibalik kekokohan yang berusaha kalian dirikan. Sampaikanlah rindu dalam bahasa-bahasa yang kalian pahami. Bahasa rindu tak hanya satu. Bahasa rindu itu bebas, baku untuk yang saling memahami.

Tempo ini, aku merindu. Pada kawan-kawan yang hidup pada sebuah perjalanan. Perjalanan waktu yang menuntut untuk terus maju. Kawan-kawan yang sejatinya hidup seiring berpaut dalam merindu.


Sabtu, 22 Februari 2014 0 komentar

Menjamu Kehidupan

"Aku melihatmu dalam tawa saat ku buka catatan demi catatan. Pernah ku lukis rupa dalam lembaran, samar tapi ada."


aku ingin menyentuh jiwamu
seperti aku ingin menyentuh jiwaku sendiri
bebal, jiwa kusut
dalam raga kau bergerak lagak robot
lesuh bak tak ada harap

kau hidup tapi tak hidup
aku ingin berbicara denganmu
mendengar, mengayakan harap
berbicara tuk memiskinkan ego
coba merasa tanpa putus asa


Pernah ku dengar cerita tentang sebuah batu di suatu lembah. Batu itu memang keras, tapi untuk itulah dia diciptakan. Sekeras-kerasnya batu tetap akan luluh atas kerinduan alam akan dirinya. Alam akan membentuknya menjadi jutaan butiran kecil yang akan menjelma jadi tanah. Bukankah indah sistem kehidupan ini ? ketika batu berubah menjadi tanah kelak akan bermanfaat untuk kehidupan makhluk yang ada di muka bumi. Begitupun bebatuan yang masih mewujud pada jati dirinya, dia tetap akan bermanfaat atas sistem kehidupan saat dia berada. Bebatuan akan dimanfaatkan oleh manusia bahkan juga oleh burung Bowerbird yang romantis untuk hendak bermesraan dengan pasangannya.

Sesungguhnya betapa indah kita atas apa yang ada. Memiliki atas diri, memberi pada kehidupan.


Jumat, 10 Januari 2014 0 komentar

Sajak Cahaya

Cahaya...


Cahaya mampu menerangi sesuatu hingga akan terlihat dengan jelas. Baik itu bentuk, warna maupun coraknya. Dalam sesuatu yang terlihat, kita akan mulai mengenalnya.


Lalu kita mengenal subuah nama. Nama yang pertama kali kita sebut pastilah terasa biasa saja. Hanya sebuah nama, apalah artinya itu ?


Ketika kita ingin mengetahuinya lebih dekat, kita akan dapat memahaminya.


Sudahkah kita menemukannya ? arti dari sebuah nama ? Belum, ketika hanya sebuah kebersamaan.


Ada tujuan ketika sesuatu hal itu ada di hadapan kita.


Rasa ingin tahu kita pun muncul, lalu kita mulai mencari lalu mewujudkannya.


Saat telah terwujud, apa yang akan kita lakukan ?





Kitalah cahaya itu 
Cahaya yang akan terus berusaha menerangi apapun yang ada di sekeliling kita
Untuk memberikan arti apa yang semestinya berarti

~*~
Jumat, 03 Januari 2014 0 komentar

Jalan Kita

Bolehkah aku ceritakan tentang suatu malam padamu ? Tentang malam saat segala rasa tercurah bersama keluarga. Keluarga sederhana yang mengharapkan cahaya kedamaian ada di dalamnya. Sudah lama kita tak bersua dalam tawa dan tangis yang membahagiakan. Saat kaki-kaki kita melangkah bersama untuk mengenang masa kecil. Mengenali setiap kenakalan yang selalu terjadi diantara kita namun tetap berakhir dengan tawa. Ada kalanya semua kebekuan mencair, segala ego luluh ketika mengingat kita adalah saudara.

Kita akhirnya bisa mengenangnya bersama walau dalam kesederhanaan. Biarlah aku merindukan masa ini ketika aku telah memahami kenapa semuanya terjadi. Peristiwa demi peristiwa menyapa rasa. Kala jemari tak bisa saling menjabat. Mengucap rindu dalam harap dan saling mengirim doa.

Suatu saat harapan untuk masa-masa seperti ini akan dinanti. Saat kita telah tumbuh menjadi dewasa serta menjadi tubuh dan jiwa keluarga ini untuk saling berbagi rasa dan masa. Akankah kita akan mengenang pada masa tua saat kita punya keluarga sendiri. Aku bertanya dalam harap pada langit yang cerah malam itu.

Biarlah waktu yang menjawab, karena aku tak bisa berjanji. Aku percaya, kita akan bisa mengulang masa-masa seperti ini dan bahkan akan lebih dirindukan diantara kita.
Selasa, 10 Desember 2013 3 komentar

Rumah Bagi Keluarga

Selamat datang 'keluarga' baru, di 'rumah' sederhana ini.
Suatu saat kalian akan mengerti kenapa kami sebahagia ini menyambut kalian. Biarlah waktu yang menjawab nanti, semoga tidak berlebihan.


















8 Desember 2013

Kalian telah resmi menyandang campus journalist, tapi bukan itu hakikat yang sebenarnya. Hakikat sebenarnya adalah kalian telah lolos dari tahap uji. Kalian membuktikan bahwa kalian telah berani berproses bukan sekedar formalitas. Kalianlah yang akan berada diporos tengah, penghubung antara elemen atas dan bawah. Banyak hal yang bisa kalian dapat, asalkan kalian berani menghidupkan hidup. Tidak terjebak pada rutinitas yang akan mengungkung kreativitas dan bakat. Bukan hanya yang diterima, kalian juga akan mendapat pengalaman. Tapi yang paling utama adalah kalian banyak-banyaklah memberi. Memberi bukan hanya sebatas uang, memberi disini dalam artian luas. Banyak yang bisa kalian beri. Waktu, pikiran, tenaga, harapan, impian, rasa, kebersamaan dan lainnya. Aku pernah membaca teori kehidupan dari sebuah buku yang menguak tentang hukum keterkaitan alam. Didalamnya ada sebuah frasa, 'memberi berarti menerima.' Jadi jika kalian mengharapkan sesuatu, maka mulailah memberi. Sebaik-baik pemberian adalah tidak mengharapkan imbalan apapun darinya, karena ikhlas ada dalam diri. 

Selamat berjuang, selamat berkarya !



 
;