Senin, 27 April 2015 0 komentar

Menjadi Malam

Jadilah malam, dalam apa adanya dan ketiadaan
Malam yang mencekam, dingin dan penuh ketakutan
Jadilah malam, jika engkau inginkan ketenangan
Mengusir kebencian dan keriuhan

Jadilah malam..
Begitulah malam, didalamnya ada doa-doa sebelum tidur, dongeng yang diceritakan pada anaknya, dan kerinduan lekat pada sujud

Menjadi malam, dan menjadilah
Meski tak pernah mudah
Sejengkal pun

Kamis, 09 April 2015 0 komentar
"Kala hati memilih disaat yang tidak tepat. Pasrah sama hati saja, nanti juga ada jawabannya. Kan perjalanan hidup, mengalirlah, tapi mengalir dengan tujuan."


Sering dari kita bertanya tentang perasaan yang sedang dialami. Kita inginkan segera jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari perasaan. Ada yang yakin, tak sedikit yang ragu. Kita mengira-ngira adakah benar yang kita rasakan. Yang awalnya ragu kemudian diyakinkan, sebaliknya yang yakin kemudian meragu. 

Perasaan itu paradoks sempurna. Ia bekerja dalam dimensi yang berkaitan satu sama lainnya. Oleh karenanya, ia yang merasa ragu terhadap perasaanya sebenarnya ragu tentang dirinya. Ragu untuk meyakini diri bisa menerima perasaan tersebut. Karena perasaan itu ada akibat stimulus yang diproses oleh diri.

Pasrah. Kata yang aku katakan. Jikalau kalian pasrah, menerima segala bentuk rasa, ku yakini kalian akan pahami. Kemudian dapat mengendalikan perasaan itu. Karena rasa yang kita terima adalah anugerah. Rasa itu ada untuk kita.Untuk kita pahami dan kita syukuri.

Bersyukurlah kita dititipkan perasaan-perasaan semacam itu oleh Allah.

Jumat, 20 Maret 2015 0 komentar

Terima kasih

Terima kasih sudah mau menghempaskan diri untuk mendapatkan pemahaman baru. Sudah mau rela dikatakan yang tidak-tidak untuk hal semacam itu. Seperti halnya dikatakan depresi, meski memang seperti itu. Terima kasih sudah mau menanggalkan rambut gimbalnya dan menahan ego untuk memelihara sampai wisuda.

Sudah tahu kan rasanya? Rasa untuk melihat dunia secara utuh. Terima kasih sudah mau beli buku-buku yang katanya tidak jelas, tapi tetap saja mau membacanya. Terima kasih sudah mau terus melangkah, meski ada perih dimana-mana. Terima kasih sudah mau memahami keadaan orang lain dan mengesampingkan perasaan sendiri. Terima kasih sudah mau mencoba untuk istirahat meski susah melakukannya. Terima kasih sudah mau menyediakan sebagian waktu untuk orang lain walaupun tidak tahu tinggal seberapa.

Kamis, 12 Maret 2015 0 komentar

Saat bertemu dengan cermin-cermin yang teramat bersih, maka kita bisa melihat diri kita sendiri. Ada yang menyukai bayangannya dan ada pula yang membencinya. Bagian terpenting dari hal ini adalah kesadaran setelah melihat dengan jelas. Lihat, dengar, dan rasakan.

Terima kasih sudah berbagi cerita ceria dongengnya.

Rabu, 11 Maret 2015 0 komentar

Saat merasa yakin dan telah memahami bagaimana cara semesta bekerja, maka puncak pemahamanmu akan dihempaskan lagi. Rasa ragu mulai meracuni. Dan siap pula diri meringkuk pada kesendirian. Pemahaman demi pemahaman akan terus diperbaiki pada tiap fase, hingga tidak akan pernah lupa harus seperti apa menjalani kehidupan. Kehidupan yang menghidupkan.

 
;