Tertutuplah pada sang fajar jikalau kau belum mampu menatapnya. Namun fajar tetaplah fajar, sang pemberi harapan setalah hujan deras mengguyur hidupmu pada kelam malam. Tak pernah seorangpun berbisik pernah mengalami hal mengerikan ketika yang melakukan adalah orang yang pernah berjabat tangan dengannya. Pastinya kau menjadi orang yang tegar manakala kau tahu apa yang tengah melanda dirimu. Matahari semakin bersinar kala dirimu beringsut dalam selimut tidur. Setiap pagi tak selalu sama, teruntuk suasana hati. Gelap telah sepenuhnya kembali kala kau tak mau melihat dunia tempat kau bernafas.
Cinta, kelak akan datang
dari hatimu
senandung rindu
Cinta, tak seharusnya kau begini
sengsara dalam fajar
menyatu dalam pilu
Lihatlah dunia luar, terimalah dirimu
nyanyikanlah lagumu
genggamlah tanggan disampingmu
Manusia telah menjadi fitrahnya, hidup dalam lika-liku perasaan. Kitalah manusia itu. Cinta tak boleh sengsara, karena cinta adalah sebuah pengharapan untuk terus hidup. Carilah cinta dalam dirimu. Hadirnya rasa pada seseorang tak pelak oleh siapa dirimu sekarang. Karena sebaik-baiknya cinta adalah ketika kau menemukan dirimu yang sebenarnya.

0 komentar:
Posting Komentar