Kamis, 11 September 2014

Purnama

Bisakah kita berbicara, menceritakan tentang hari-hari yang telah kita lalui. 
Bukan, bukan untuk berbagi rindu. Tapi untuk sekedar memahami arti diri. Biarlah rindu ini mengalir pada muaranya. Melewati bebatuan terjal yang menuntun kita pada suatu ketetapan dan ketenangan jiwa. Bukankah tawamu sungguh renyah didengar? Akupun rindu saat kita berbagi tawa. Bukan berarti aku tidak ingat salah satu dari kita pernah rapuh, tapi karena selalu ada senyum yang bisa menjadi doping disengala kondisi. Kita memiliki semua itu. 

Purnama malam ini indah bukan?
Bukankah selepas ini langit tak akan lagi menampakkan rembulan untuk beberapa malam. Bukankah disela-selanya ada bintang yang akan nampak lebih cahayanya. Kita bisa menikmatinya, janganlah bersedih. Purnama akan datang lagi suatu malam nanti, pada hitungan waktu yang terukur sempurna oleh Sang Pencipta. Dan kita bisa duduk bersama lagi, mencari arti diri dalam renungan-renungan yang bahkan jauh dari pemikiran kita.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;