Masih menunggu hujan. Namun, sepertinya saya tidak tahu apakah nanti sudah siap kala benar datang? Semua perkara bumi dan langit. Sebagian berharap dan yang lainnya menentang.
Adalah hari ini saya menitip banyak pada hujan. Hujan yang akan menemani sepanjang perjalanan ke depan. Entah sampai tujuan atau tidak, saya siap tersesat di jalan.
Semuanya memiliki kemungkinan mutlak. Sesuatu yang harus terjadi maka akan terjadi. Lupakan perbedaan dan persamaan yang membentengi diri. Adakah masih utuh nurani mengetuk untuk engkau menjadi manusia.
Selasa, 24 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar