Sabtu, 08 September 2012 0 komentar

Senyum, kamu

senyum kadang terlupakan, seperti menatap tanpa arah,
senyum yang seharusnya tak membias di sela fajar,

kadang angin seperti tembok menghadang bertumpuk baja,
kaki-kaki tak mau berkelakar melangkah, memberanikan hati menjamu lara,

untuk senyum yang dinanti, lara adalah buah yang telah ranum,
nikmat jikalau telah merasakannya,

senyum di mana kau tertanam,
saat ku mengada-ada ilusimu,

Selasa, 17 Juli 2012 0 komentar

Sepatah Kata Buku, Aku

dengan motif kotak-kotak kau selalu menemaniku,

ku ajak kau berdiskusi tentang ini dan itu,

dan kau tetap saja aneh,

membuatku selalu berpikir ulang saat ku mulai tempelkan ujung pena,

 

kau itu juga pendiam, sama sepertiku,

mungkin kita memang sengaja dipertemukan,

hanya karena keingintahuanku yang terkadang berlebihan,

membuat daftar pertanyaan kelewat akal,

 

mengapa kau selalu dalam saat berfilosofi ?

apa karena warna putih dibalik motifmu itu ?

warna yang sama dengan warna kesukaanku,

warna yang bisa mengekspresikan setiap warna, 

 

ahh.. mungkin saja tidak,

aku dan kau cocok karena sama-sama ingin tahu saja,

tak lebih kan ?

atau sekedar obsesi kita sama,

 

aku takut saat menyadari tujuan kita sama,

takut mengisi tiap lembarmu dengan celotehan konyol,

ku sadar betul isi umurmu tergantung apa yang ku goreskan,

tak mau itu terjadi juga dijatah umur yang ditetapkan untukku,

 

ku pikir.. aku mulai tahu,

hal yang membuat kita bisa sinkron,

sama-sama ingin mengisi dengan hal yang tidak sia-sia,

karena hidup adalah apa yang kita lakukan,

Rabu, 04 Juli 2012 0 komentar

Secangkir Semangat..

Pagi  ini kau tahu aku masih terkulai lemas di salah satu sudut kamar dari ribuan kamar kos di jogja. Memandangi setiap gerak-gerik teman atau sekedar kucing yang berlalu lalang diantara celah daun pintu. Ku lihat lagi ke arah HP, ada pesan singkat dari ibu, menanyakan keadaanku disini. Ibu lah perempuan terbaik di dunia yang selalu memperhatikanku. Tak pernah lewat dari 2 hari, dia selalu menghubungiku tuk sekedar menanyakan keadaanku disini.

Jauh dari segala kesibukannya disana, beliau tak pernah lupa akan salah satu anaknya yang merantau ke tanah orang. Betapa beruntungnya aku memiliki ibu seperti beliau. Meski jauh dari rumah, rasa hangat keluarga masih begitu kental. Menarik hati, agar selalu ingin cepat pulang.

~

Ku buat kopi tuk menemani pagiku. Teringat akan kebiasaan ibu dirumah. Teh maupun susu hangat selalu beliau buat tiap pagi untuk anak-anak dan suaminya. Hal tersebut merupakan bentuk kecil tulus kasih sayang yang beliau berikan untuk keluarganya. Karena dalam segelas minuman tersebut terselip doa-doa yang beliau curahkan untuk memberikan semangat keluarganya dalam melakukan segala aktivitas.

Beliau selalu menekankan pentingnya kasih sayang di dalam keluarga dan pada semua orang. Menghadapi tiap masalah dengan senyuman dan penuh kesabaran. Menjalani kerasnya hidup tanpa pantang menyerah, selalu bangkit dari keterpurukan.

Masih banyak hal yang bisa ku pelajari dari beliau. Kami menyayangimu ibu, dan terima kasih untuk segala hal yang telah engkau berikan.

#Secangkir semangat tuk menghadapi hari ini..

:D

Minggu, 01 Juli 2012 0 komentar

Tentang Malam

Apa Kau tahu tentang apa yang disembunyikan malam? Atau malam yang penuh misteri dibalik kegelapan dan kesunyian yang dihadirkannya. Malam adalah sebagian waktu dari yang kita lalui setiap harinya. Sebagian waktu yang kita habiskan untuk tidur, melepas dari kepenatan. Sebagian waktu yang tak kita sadari juga merupakan separuh usia yang dijatahkan untuk kita mengembara di dunia fana ini.

Malam adalah malam. Malam bukan sekedar waktu yang dikhususkan untuk bulan dan bintang memadu rindu. Bahkan, malam bukanlah kengerian yang seperti banyak dibicarakan orang. Bagiku malam adalah waktu yang menyenangkan. Malam adalah waktu yang selalu ku luangkan untuk mendiamkan diri. Sendiri, bermain dengan harapan dan impian.  

Kau tahu? malam itu bahkan lebih ramai dari yang kau bayangkan. Disaat malam, dunia bagaikan ada pesta yang sangat besar. Tertawalah, tapi itu memang benar. Disaat malam menjelang, keluarlah dari rumah. Cobalah kau menyendiri, termenung kemudian pejamkanlah mata. Hadapkanlah wajahmu ke langit. Hiruplah udara kuat-kuat, kemudian lepaskanlah bersamaan dengan kamu membuka mata. Kau akan tahu sendiri rasanya, tentang keramaian yang ku ceritakan tadi. Kau tidak sendirian di malam ini.

Malam bahkan akan mengajarkanmu tentang sesuatu yang belum kau pahami. Malam akan membukakan matamu tentang kehidupan ini. Malam adalah bentuk kedamaian dari waktu.

Malam itu gelap. Gelap yang akan menerangkanmu dari sisi yang berbeda. Andai kau mempercayainya.

Sabtu, 16 Juni 2012 0 komentar

Kisah Pantai : Awan dan Tanah

Bukan lagi dalam mimpi untuk menemui semua awan sore tadi. Terlihat berkerumunan yang memutih dan indah. Resah atau apalah manusia umum menyebutnya itu, dapat sedikit terkikis. Kau adalah awan tersendiri yang ku nanti di pantai ini. Dan, aku hanyalah tanah yang dibuat istana pasir oleh orang-orang yang sering berkunjung. Menyendiri atau hanya sekedar menikmati pesona pantai ini. Ataukah mereka juga turut selalu menanti hadirmu, awanku. Entahlah. Kalaupun itu benar aku rasa wajar saja.

Hei kawanku yang berkaki empat pasang. Yang juga turut senang menemaniku di sini. Terkadang aku yang tersenyum sendiri ini, melihatmu dengan bangga menunjukan sepasang kaki depan yang telah berevolusi menjadi sepasang capit. Senjata andalannya untuk saling menyapa lawan jenis dari bangsanya. Lihatlah disana, ke arah langit dimana burung-burung camar terbang menjulang. Dapatkah kau temui segumpalan awan putih yang selalu terlihat diam. Seperti mengamati deburan ombak yang tak kunjung henti.

Tadi, ku lihat juga matahari yang senangtiasa bersinar terang. Seolah membawa senyuman tersendiri. Cerah. Dan terlihat menguning ketika akan beranjak pulang. Berakhir petang menyelimutiku. Seolah aku iri padamu, matahari. Kau selalu dapat bersama dengan awan, meski ke mana kau pergi. Ataupun bercengkrama dengan awan dengan asiknya.

Kau tahu awan ?sungguh teramat senang melihatmu selalu di sana. Adanya dirimu selalu membuat diriku terasa sejuk. Karena kau memberikan keteduhan dari sengatan panas sinar matahari.

Terkadang aku berpikir untuk dapat berjumpa denganmu, di daratan bumi ini. Tapi kapan, gumamku dalam hati.

Mungkinkah dirimu akan meluruh menjadi butiran-butiran air. Jatuh sebagai rintikan hujan. Menemani kerinduanku padamu, awan. Seperti teman-temanmu yang ikut jatuh ke daratan gersang ini. Memilih butiran tanah yang mereka inginkan.

Hadirmu di daratan ini, selalu membawa harapan baru untuk kehidupan. Keajaiban yang telah Tuhan anugerahkan padamu sungguhlah sangat luar biasa. Aku dan kamu, awan bercampur tanah. Menjadikan alam ini menjadi hidup dengan aneka ragam makhluk yang ada di atasnya.

Oleh karena itu, awan, datanglah kemari dengan sejuta pesonamu. Aku kan selalu menunggumu disini. Di daratan yang sangat merindukan dirimu.

 
;